Senin, 31 Mei 2010
Selasa, 21 April 2009
Hasan Sanusi
Sahabat ane yang satu ini adalah sahabat ane dari pesantren " Darut Tawabin " Panguragan, Cirebon. Sahabat ane ini termasuk sahabat yang sangat menyenangkan untuk diajak bicara, beliau bisa joke and kadang-kadang seriously.
Pertama kali bertemu dengan sahabat ane ini, dikarenakan ane sering ngaji bersama dibelakang pesantren ini, disebuah tempat yang menurut ane sangat tenang dan damai. Sahabat ane ini orangnya lucu hehehehe....dan cita cita-citanya ingin menikah dengan seorang istri yang hafidz, ane doain moga bisa terlaksana.
April kemarin sahabat ane ini datang ke rumah ane, dengan segala kebahagiaan yang dibawanya. Dan pemikiran yang membuat dirinya menjadi seorang yang menurut ane bijaksana. Moga kami bisa bersahabat di dunia dan diakhirat, ane berterimakasih bisa menjadi sahabatnya.
Pertama kali bertemu dengan sahabat ane ini, dikarenakan ane sering ngaji bersama dibelakang pesantren ini, disebuah tempat yang menurut ane sangat tenang dan damai. Sahabat ane ini orangnya lucu hehehehe....dan cita cita-citanya ingin menikah dengan seorang istri yang hafidz, ane doain moga bisa terlaksana.
April kemarin sahabat ane ini datang ke rumah ane, dengan segala kebahagiaan yang dibawanya. Dan pemikiran yang membuat dirinya menjadi seorang yang menurut ane bijaksana. Moga kami bisa bersahabat di dunia dan diakhirat, ane berterimakasih bisa menjadi sahabatnya.
Selasa, 31 Maret 2009
JEJEN
Satu lagi sahabat ane dari pesantren SUKAHURIP yaitu Jejen, Jejen adalah sosok sahabat yang memiliki ilmu agama yang banyak, terbukti saat ini Jejen menjadi seorang ustadz dikampungnya.
Kehidupan Jejen sebelumnya mirip dengan kehidupan ane yaitu Jejen berasal dari lingkungan sekolahnamun beliau memutuskan untuk pindah menjadi Ustadz dengan cara mendalami ilmu agama di pesantren, dan keinginannya tercapai, Dan beliau yang memotivasi saya bahwa seorang yang dari latar belakang sekolahpun bisa menjadi seorang ustadz asal kan menuntut ilmu dengan serius dan disiplin. Jejen saat ini hidup bahagia dengan istri dan anaknya.
Semoga Allah SWT selalu memberi Rahmat dan Hidayah-Nya pada Jejen sahabatku, dan semoga cita-cita Jejen terkabul.
Kehidupan Jejen sebelumnya mirip dengan kehidupan ane yaitu Jejen berasal dari lingkungan sekolahnamun beliau memutuskan untuk pindah menjadi Ustadz dengan cara mendalami ilmu agama di pesantren, dan keinginannya tercapai, Dan beliau yang memotivasi saya bahwa seorang yang dari latar belakang sekolahpun bisa menjadi seorang ustadz asal kan menuntut ilmu dengan serius dan disiplin. Jejen saat ini hidup bahagia dengan istri dan anaknya.
Semoga Allah SWT selalu memberi Rahmat dan Hidayah-Nya pada Jejen sahabatku, dan semoga cita-cita Jejen terkabul.
D3 ( Daud, Dudi, Deden )
Persahabatan yang sejati terlahir dari orang-orang yang yang saling take and give, saling menyayangi, saling membantu, saling mengerti satu dengan yang lainnya. Persahabatan D3 ini terbentuk atas dasar tersebut dan tentu saja karena Allah SWT.
Dudi dan Deden
Mereka adalah sahabat ane, mereka yang mengajari ane banyak hal, baik tentang ilmu maupun tentang kehidupan, ane bisa sangat terbuka pada mereka berdua, kerinduan sahabat kadang-kadang datang ketika ane ingin berbagi baik suka maupun duka.
Mereka asli dari Cicalengka, Bandung dan pertemuan dengan mereka di Pesantren yang sangat ane cintai, pesantren yang banyak mengajari ane banyak hal yaitu " SUKAHURIP ".
Mungkin dikarenakan sering bersama, melewati hal-hal bersama, baik suka maupun duka, hati ane menerima mereka menjadi sahabat ane.
Terus terang, tidak semua teman saya dipesantren itu menjadi sahabat ane, yang memiliki kedekatan hati saja yang bisa menjadi sahabat ane. Dan itu terjadi secara begitu saja, diluar keinginan saya. Seolah Allah telah menunjukkan kepada ane bahwa mereka adalah sahabat ane didunia dan akhirat.
Mudah-mudahan persahabatn ini bisa langgeng hingga di surga. Amin
Dudi dan Deden
Mereka adalah sahabat ane, mereka yang mengajari ane banyak hal, baik tentang ilmu maupun tentang kehidupan, ane bisa sangat terbuka pada mereka berdua, kerinduan sahabat kadang-kadang datang ketika ane ingin berbagi baik suka maupun duka.
Mereka asli dari Cicalengka, Bandung dan pertemuan dengan mereka di Pesantren yang sangat ane cintai, pesantren yang banyak mengajari ane banyak hal yaitu " SUKAHURIP ".
Mungkin dikarenakan sering bersama, melewati hal-hal bersama, baik suka maupun duka, hati ane menerima mereka menjadi sahabat ane.
Terus terang, tidak semua teman saya dipesantren itu menjadi sahabat ane, yang memiliki kedekatan hati saja yang bisa menjadi sahabat ane. Dan itu terjadi secara begitu saja, diluar keinginan saya. Seolah Allah telah menunjukkan kepada ane bahwa mereka adalah sahabat ane didunia dan akhirat.
Mudah-mudahan persahabatn ini bisa langgeng hingga di surga. Amin
Kamis, 19 Maret 2009
Rahmat
Kecil, lucu, Imut emang terdapat dalam diri "Cemet" panggilan lucunya hehehe.. tapi terus terang dia emang kecil, tapi usianya diatas ane, dan ilmu yang telah dipelajari oleh cemet sangat banyak, ilmu agamanya luas.
Sahabatku ini bertemu ketika ane pertama kali menginjakkan kaki di pesantren " Sukahurip ", saat itu entah kenapa seolah ane pernah bertemu dengan cemet, dan pernah bersahabat dengannya. Padahal ane sama sekali baru kenal dengan cemet.
Cemet selalu membantu ane dalam segala hal ketika ane pesantren disana, dari hal pelajaran sampai hal masak-memasak cemet jagonya. Ketika sahabatku ini ke gasol, ane mencoba datang kesana dan senang sekali bisa menemukan dia disana.
Rahmat, sebuah nama yang akan selalu kuingat, walaupun sudah 5 tahun terakhir ini ane belum bertemu dengannya lagi.
Sahabatku ini bertemu ketika ane pertama kali menginjakkan kaki di pesantren " Sukahurip ", saat itu entah kenapa seolah ane pernah bertemu dengan cemet, dan pernah bersahabat dengannya. Padahal ane sama sekali baru kenal dengan cemet.
Cemet selalu membantu ane dalam segala hal ketika ane pesantren disana, dari hal pelajaran sampai hal masak-memasak cemet jagonya. Ketika sahabatku ini ke gasol, ane mencoba datang kesana dan senang sekali bisa menemukan dia disana.
Rahmat, sebuah nama yang akan selalu kuingat, walaupun sudah 5 tahun terakhir ini ane belum bertemu dengannya lagi.
Arif Zarkasih
Sahabatku ini adalah teman semasa sekolah ane di SMK Ibnu A'qil, kami bersahabat karena kami memiliki cara pandang yang berbeda, dalam hal musik Arif senang sekali bahkan dia memiliki beberapa alat musik, sedang ane sama sekali ga menyukai alat musik.
Yang membuat ane bisa menjadi sahabat Arif, karen keterbukaan Arif pada ane dan begitupun sebaliknya. Ane bisa menceritakan hal yang sangat privasi sekali. Kami sangat terbuka, dan kami saling mendukung satu sama yang lain.
Pernah di SMK ane memiliki sahabat DAMAI ( Daud, Arif, Mad Soleh, Ajum, Ikhsan ).
Terima kasih sahabatku.
Yang membuat ane bisa menjadi sahabat Arif, karen keterbukaan Arif pada ane dan begitupun sebaliknya. Ane bisa menceritakan hal yang sangat privasi sekali. Kami sangat terbuka, dan kami saling mendukung satu sama yang lain.
Pernah di SMK ane memiliki sahabat DAMAI ( Daud, Arif, Mad Soleh, Ajum, Ikhsan ).
Terima kasih sahabatku.
Asep Aminuddin
Sahabat ane yang satu ini berasal dari kota Bandung, tepatnya di daerah Cikancung, Cicalengka Bandung Selatan. Kami bersua ketika kami pesantren di Cirebon.
Perkenalan dengan Asep termasuk lucu, hanya gara-gara ane sering memanggil di "Botax" dan emang itu nyata, ane hanya bercanda memanggil Asep Botax, dengan candaan itu kami bisa menjadi sahabat samapai saat ini dan sampai kapanpun, baik di dunia maupun di akhirat.
Bahkan keluarganya seperti keluargaku sendiri, ketika ane butuh seseorang untuk berbagi, ane akan mencari Asep n family supaya ane bisa mengatasi masalah ane.
Pernah suatu waktu, tepatnya tahun 2005, Mamah ane meninggal dunia, saat itu ane merasa ga punya pegangan lagi untuk bersandar kecuali pada Allah SWT, ane memerlukan orang yang bisa ane bagi kesedihan ane, supaya ane tidak berlarut-larut dalam kesedihan, maka ane pilih Asep dan keluarga.
Disana, diBandung sekitar dua bulan ane di therapy untuk peyembuhan kejiwaan, mungkin saat itu ane merasa Stress, namun tidak sampai gila. Asep dan keluarga menjebloskan ane ke sebuah Pesantren yang tradisional, dan membantu ane menyembuhkan pikiran ane yang sedang kalut. Pesantren itu bernama " Pesantren Sukahurip ".
Disana ane i gembleng tentang berbagai hal, dari fikih, akhlaq dll. Dengan Kiyai yang bersahaja yaitu KH. Abdul Fattah, ane di berikan pengajaran khusus, sehingga menjadikan ane manusia yang baru, dengan mindset yang baru, dengan akhlaq yang lebih baik, semuanya kurasakan sampai saat ini dan sampai nanti.
Ternyata dengan memasukkan ane ke pesantren itu Asep dan keluarga telah berhasil menyadarkan ane tentang arti sebuah kehidupan. Asep Aminuddin adalah sahabat terbaik ane.
Ane ucapkan terima kasih untuk Asep akrena mau menjadi sahabatku. Moga Allah membalas kebaikan Asep di dunia dan di akhirat.
Perkenalan dengan Asep termasuk lucu, hanya gara-gara ane sering memanggil di "Botax" dan emang itu nyata, ane hanya bercanda memanggil Asep Botax, dengan candaan itu kami bisa menjadi sahabat samapai saat ini dan sampai kapanpun, baik di dunia maupun di akhirat.
Bahkan keluarganya seperti keluargaku sendiri, ketika ane butuh seseorang untuk berbagi, ane akan mencari Asep n family supaya ane bisa mengatasi masalah ane.
Pernah suatu waktu, tepatnya tahun 2005, Mamah ane meninggal dunia, saat itu ane merasa ga punya pegangan lagi untuk bersandar kecuali pada Allah SWT, ane memerlukan orang yang bisa ane bagi kesedihan ane, supaya ane tidak berlarut-larut dalam kesedihan, maka ane pilih Asep dan keluarga.
Disana, diBandung sekitar dua bulan ane di therapy untuk peyembuhan kejiwaan, mungkin saat itu ane merasa Stress, namun tidak sampai gila. Asep dan keluarga menjebloskan ane ke sebuah Pesantren yang tradisional, dan membantu ane menyembuhkan pikiran ane yang sedang kalut. Pesantren itu bernama " Pesantren Sukahurip ".
Disana ane i gembleng tentang berbagai hal, dari fikih, akhlaq dll. Dengan Kiyai yang bersahaja yaitu KH. Abdul Fattah, ane di berikan pengajaran khusus, sehingga menjadikan ane manusia yang baru, dengan mindset yang baru, dengan akhlaq yang lebih baik, semuanya kurasakan sampai saat ini dan sampai nanti.
Ternyata dengan memasukkan ane ke pesantren itu Asep dan keluarga telah berhasil menyadarkan ane tentang arti sebuah kehidupan. Asep Aminuddin adalah sahabat terbaik ane.
Ane ucapkan terima kasih untuk Asep akrena mau menjadi sahabatku. Moga Allah membalas kebaikan Asep di dunia dan di akhirat.
Langganan:
Postingan (Atom)